Rabu, 30 September 2015

Sarangan dan Tawang mangu.

Report by : suradi
Tgl. 26 Sept. 2015

Hai sis and bro,

Pada hari raya Idhul Adha kemarin, dari Bandung, aku sekeluarga pulang ke Madiun.

Pulangnya lewat Sarangan dan Tawang mangu, itu lho perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah di bawah Gunung Lawu.

Pemandangannya asyik dan indah.

Ingin tahu ?

Niih ..  aku kasih sebagian fotonya.

semoga bermanfaat.

Posisi sebelum masuk telaga Sarangan, terlihat jalan berkelok dan menanjak.
 

Telaga Sarangan dilihat dari jalan sebelum pintu masuk.


Bagaimana ? Indah bukan ?





Rabu, 16 September 2015

CARA  MEMBUAT  TEH  KOBUCHA

Bahan :

Air Putih               2 Ltr.
Gula Putih             2 Ons
Teh secukupnya

Cara membuat :

  1. Masak sampai mendidih air putih, gula dan teh.
  2. Dinginkan, 
  3. lalu saring dan masukkan ke dalam stoples atau botol bersih. dan masukkan bibit kobucha.
  4. Lalu tutup stoples jangan terlalu rapat, atau pakai kain halus yang bersih, trus diikat dengan karet.
  5. Diamkan selama minimal 1 minggu. 
  6. Setelah terlihat ada lapisan tipis warna putih di bagian atas teh, maka itu tanda bahwa teh kobucha siap di konsumsi.
  7. Cara minumnya cukup 2 x sehari, 1 sloki sekali minum.
  8. Bagi temen-temen yang menderita diabetes/kencing manis, diamkan teh minimal selama 2 minggu, supaya kadar gula dalam teh kobuchanya berkurang, dan akan terasa semakin asam.
Demikian, selamat mencoba, dan rasakan manfaat teh kobucha yang sangat banyak. Perlu diketahui kasiat teh ini yang paling utama adalah meningkatkan imunitas, sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup kita menjadi semakin baik.

salam
suradi
022-6054833

Senin, 14 September 2015

Perbedaan penetapan Hari Raya di Indonesia.

Pagi tadi aku menyempatkan waktu sejenak untuk menyimak acara di salah satu Televisi Nasional, yang menyampaikan berita, bahwa hari raya Idhul Adha tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah menetapkan hari raya Idhul Adha jatuh pada tanggal 24 September 2015.

2. Muhammadiyah menetapkan hari raya Idhul Adha jatuh pada tanggal 23 September 2015.

Lalu aku teringat salah satu ayat di dalam Al Qur'an yang artinya kurang lebih sebagai berikut :

"Hai orang-oarang yang beriman, taatlah kepada Alloh, kepada Rosul dan kepada pemimpin di antara kamu.".

"dan kalau ada perbedaan atau selisih paham, kembalikanlah segala urusan kepada Kitab Al Qur'an dan Sunnah Rosul"

Dengan membaca dua referensi di atas, sesungguhnya sudah sangat jelas, dan seharusnya di antara orang-orang yang beriman itu tidak ada lagi perbedaan pendapat. Karena kalau terjadi perbedaan dalam segala hal, cukup kita kembalikan segala urusan kepada Kitabulloh dan Sunnah Rosul.

Lalu mengapa perbedaan itu selalu terjadi ?

Padahal sudah sangat jelas dalilnya .

Lalu apa yang menyebabkan di antara ummat selalu terjadi perbedaan ?

Jawabannya sangat gampang, yaitu : karena setan tidak akan ridho dengan segala ketenangan yang ada di antara manusia, setan senantiasa menggoda dan membisikkan kata-kata nafsu ke dalam dada manusia, sehingga manusia selalu dalam keadaan berselisih.

Dalam benak setan, hanya satu tujuannya, membuat manusia selalu dalam keadaan terpecah belah, dan selalu memperturutkan hawa nafsunya. Setan akan berbuat segala cara demi untuk memuluskan rencananya, yaitu menjadikan manusia pengikut setianya, untuk menemaninya di neraka jahanam kelak.

So !  Kalau pemerintah sudah menetapkan hari raya jatuh pada hari tertentu, mengapa kita harus mengambil hari yang berbeda ?

Apakah kita tidak percaya dengan pemerintah ? Padahal dalam menentukan hari "H", pemerintah sudah mengumpulkan para tokoh agama yang ada, apakah hal itu masih belum cukup ?

Apakah kita masih mengikuti hawa nafsu ?

Apakah kita masih mengikuti ego kita ?

Apakah kita .... ?