Rabu, 30 September 2015

Sarangan dan Tawang mangu.

Report by : suradi
Tgl. 26 Sept. 2015

Hai sis and bro,

Pada hari raya Idhul Adha kemarin, dari Bandung, aku sekeluarga pulang ke Madiun.

Pulangnya lewat Sarangan dan Tawang mangu, itu lho perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah di bawah Gunung Lawu.

Pemandangannya asyik dan indah.

Ingin tahu ?

Niih ..  aku kasih sebagian fotonya.

semoga bermanfaat.

Posisi sebelum masuk telaga Sarangan, terlihat jalan berkelok dan menanjak.
 

Telaga Sarangan dilihat dari jalan sebelum pintu masuk.


Bagaimana ? Indah bukan ?





Rabu, 16 September 2015

CARA  MEMBUAT  TEH  KOBUCHA

Bahan :

Air Putih               2 Ltr.
Gula Putih             2 Ons
Teh secukupnya

Cara membuat :

  1. Masak sampai mendidih air putih, gula dan teh.
  2. Dinginkan, 
  3. lalu saring dan masukkan ke dalam stoples atau botol bersih. dan masukkan bibit kobucha.
  4. Lalu tutup stoples jangan terlalu rapat, atau pakai kain halus yang bersih, trus diikat dengan karet.
  5. Diamkan selama minimal 1 minggu. 
  6. Setelah terlihat ada lapisan tipis warna putih di bagian atas teh, maka itu tanda bahwa teh kobucha siap di konsumsi.
  7. Cara minumnya cukup 2 x sehari, 1 sloki sekali minum.
  8. Bagi temen-temen yang menderita diabetes/kencing manis, diamkan teh minimal selama 2 minggu, supaya kadar gula dalam teh kobuchanya berkurang, dan akan terasa semakin asam.
Demikian, selamat mencoba, dan rasakan manfaat teh kobucha yang sangat banyak. Perlu diketahui kasiat teh ini yang paling utama adalah meningkatkan imunitas, sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup kita menjadi semakin baik.

salam
suradi
022-6054833

Senin, 14 September 2015

Perbedaan penetapan Hari Raya di Indonesia.

Pagi tadi aku menyempatkan waktu sejenak untuk menyimak acara di salah satu Televisi Nasional, yang menyampaikan berita, bahwa hari raya Idhul Adha tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah menetapkan hari raya Idhul Adha jatuh pada tanggal 24 September 2015.

2. Muhammadiyah menetapkan hari raya Idhul Adha jatuh pada tanggal 23 September 2015.

Lalu aku teringat salah satu ayat di dalam Al Qur'an yang artinya kurang lebih sebagai berikut :

"Hai orang-oarang yang beriman, taatlah kepada Alloh, kepada Rosul dan kepada pemimpin di antara kamu.".

"dan kalau ada perbedaan atau selisih paham, kembalikanlah segala urusan kepada Kitab Al Qur'an dan Sunnah Rosul"

Dengan membaca dua referensi di atas, sesungguhnya sudah sangat jelas, dan seharusnya di antara orang-orang yang beriman itu tidak ada lagi perbedaan pendapat. Karena kalau terjadi perbedaan dalam segala hal, cukup kita kembalikan segala urusan kepada Kitabulloh dan Sunnah Rosul.

Lalu mengapa perbedaan itu selalu terjadi ?

Padahal sudah sangat jelas dalilnya .

Lalu apa yang menyebabkan di antara ummat selalu terjadi perbedaan ?

Jawabannya sangat gampang, yaitu : karena setan tidak akan ridho dengan segala ketenangan yang ada di antara manusia, setan senantiasa menggoda dan membisikkan kata-kata nafsu ke dalam dada manusia, sehingga manusia selalu dalam keadaan berselisih.

Dalam benak setan, hanya satu tujuannya, membuat manusia selalu dalam keadaan terpecah belah, dan selalu memperturutkan hawa nafsunya. Setan akan berbuat segala cara demi untuk memuluskan rencananya, yaitu menjadikan manusia pengikut setianya, untuk menemaninya di neraka jahanam kelak.

So !  Kalau pemerintah sudah menetapkan hari raya jatuh pada hari tertentu, mengapa kita harus mengambil hari yang berbeda ?

Apakah kita tidak percaya dengan pemerintah ? Padahal dalam menentukan hari "H", pemerintah sudah mengumpulkan para tokoh agama yang ada, apakah hal itu masih belum cukup ?

Apakah kita masih mengikuti hawa nafsu ?

Apakah kita masih mengikuti ego kita ?

Apakah kita .... ?

Minggu, 23 Agustus 2015

Trip report Bandung - Madiun  P.P.

Oh ya temen-temen, kali ini aku akan melaporkan hasil perjalananku bersama keluarga ke Madiun Jawa timur, dalam rangka menengok orang tua yang sedang sakit.

Awalnya aku mendapatkan berita, bahwa aku harus segera pulang, karena ibu sakit keras. Tanpa ba bi bu dengan persiapan seadanya saya sekeluarga langsung berangkat.

Tadinya menggunakan satu mobil innova, tapi lantaran yang ikut 9 orang, akhirnya diputuskan berangkat dengan 2 mobil, yaitu innova dan avansa. Untungnya ada saudara yang punya mertua di Bandung, dan kebetulan mobil avansanya nggak dipakai, jadi ya langsung saya bawa.

Dari persiapan berangkat jam 1 malam, dengan berbagai macam kendala, akhirnya kami berangkat dari Cimuncang Bandung sekitar jam 3 pagi.

Kami langsung meluncur ke arah terminal Cicaheum, lanjut ke Ujung Berung, Cibiru, Cileunyi, Rancaekek, Nagreg, Limbangan, Malangbong, Gentong, Ciawi lalu istirahat sekalian sholat Subuh di Masjid yang di bangun oleh mendiang Edi Sud dan Itje Trisnawati, atau yang lebih terkenal dengan nama Masjid Itje. Yang terletak di jalan sebelum masuk persimpangan jalan Rajapolah dan Cihaurbeuti.

Selesai sholat dan istirahat sejenak, perjalanan kami lanjutkan lagi melalui jalur Rajapolah, Cihaurbeuti, Ciamis dan Banjar. Di Banjar kami bertemu dengan mobil kedua yang dikemudikan oleh kakak saya, karena sesuai dengan perjanjian sebelum berangkat, kita akan bertemu dan isitrahat di Pom bensin Banjar.

Tadinya aku bertanya dalam hati, lhoo .. kok mobil innovanya nggak ada ?, jangan-jangan kakakku lupa tempatnya, eehh .. nggak tahunya tidak berapa lama dia muncul di belakang saya. Padahal dia berangkatnya lebih duluan daripada saya, Lalu saya tanya, "Kemana aja kak ?", kataku, lalu dijawab bahwa dia telah kesasar kearah Pesantren Suryalaya.

Ternyata selepas turunan Gentong, masuk Ciawi dia belok ke kiri, bukannya lurus. Jadinya dia lewat jalan yang ke arah Pesantren Suryalaya, lalu Panjalu, belok kanan ke arah Kawali, belok kanan tembus Ciamis baru belok kiri lurus dan bertemu Banjar.

Seandainya waktu di Panjalu dia nggak belok kanan, tapi ngambil jalan yang lurus, pasti tambah jauh dia kesasarnya. Karena dia akan tembus ke Cikijing. He he .

Selepas Banjar, kami atur perjanjian akan bertemu lagi di Jogja, sekalian istirahat dan makan di Ring Road selatan.

Menyusuri jalan antara Banjar sampai Majenang, dari dulu sampai sekarang jalannya nggak pernah bagus. Jalanannya berliku dan bergelombang, ditambah tambalan aspalnya yang tidak rata menambah irama goyangan kendaraan semakin terasa, alias grathul-grathul. Seperti naik kapal yang sedang diterjang gelombang. Tapi lumayan, semua penumpang yang tadinya setengah sadar, jadi melotot semua. Mungkin karena daerahnya rawan longsor, jadi jalan rayanya sering amblas. Saya yakin temen-temen PU juga pusing, bagaimana caranya agar jalan antara Banjar - Majenang bisa mulus dilewati.

Masuk daerah Karang pucung, Lumbir sampai Wangon, jalanan masih berliku, tetapi aspalnya sudah agak sedikit mulus, sehingga kami semua agak merasa terbebas dari goyangan yang menggetarkan seluruh badan.

Selepas Wangon, menuju Rawalo dan Buntu, jalan lurus dan mulus mulai membuat para driver terlena, tak terasa kecepatan mobil sudah mendekati 120 Km/jam. Wuah .. bahaya bro, akhirnya saya lepas pedal gas dan kembali pada kecepata normal yaitu 60-70 Km/jam.

Lalu lintas antara Buntu sampai Kebumen lumayan padat, terutama truk-truk besar, sehingga sangat terasa, jalan yang tidak begitu lebar menjadi tambah kelihatan sempit. Sangat sulit untuk mendahului kendaraan besar di jalur ini, karena dari arah depan, kendaraan juga tidak kalah padatnya. Yang terjadi adalah iring-iringan kendaraan yang panjang selalu terlihat di jalur ini.

Masuk kota Kebumen, saya belok kanan masuk jalan ring road dan berhenti istirahat di Masjid .. aku lupa namanya, sekalian sholat Dhuhur dan 'Asar sekaligus. Biasa, jama' qosor. Selesai sholat terdengar suara cacing di dalam perut, wah .. ini tanda bahwa sudah waktunya untuk diisi.

Kebetulan, di depan Masjid ada ibu-ibu yang membuka warung. Tadinya saudara yang lain mengajak saya makan nasi soto yang ada di seberang jalan, tapi dalam hati saya bilang, kok rasanya kurang pantes, kita ikut istirahat dan sholat di Masjid ini, tapi pas giliran mau jajan, kok kita ke seberang. Padahal saya tahu suami ibu yang jualan itu, adalah yang suka membersihkan Masjid itu.

Biarpun saya sangat suka soto, saya sempatkan untuk bertanya kepada ibu warung itu, "Bu ada makanan apa ?", tanyaku, lalu ibu itu bilang, "Anu mas, ada nasi pecel".

Dalam keadaan normal, kalau disuruh memilih antara nasi soto dan nasi pecel, maka saya pasti akan memilih nasi soto. Tapi dalam hal ini, ada alasan lain yang membuat kenapa saya lebih memilih nasi pecel. Pertama saya menghormati suami ibu warung itu, yang dengan sukarela merawat dan membersihkan Masjid sehingga tetap terawat dan nyaman untuk beribadah.

Dalam hati, saya merasa, bapak ini telah berjalan di jalan Alloh, karena dia selalu menjaga kebersihan rumah Alloh, sehingga orang lain bisa beribadah dengan nyaman di dalamnya. Mengapa saya tidak ikut membantu bapak itu, dengan cara membeli makanan yang dijual oleh istrinya. Menurut saya, kita harus menjaga agar niat baik suami ibu warung itu tetap terjaga, tanpa dikotori oleh hal-hal yang bisa menyebabkan rasa iri, dengki atau hal semacamnya.

Tak lama kemudian, saudara-saudara yang tadinya makan nasi soto pada balik lagi, karena nasi sotonya kurang enak katanya. Dan akhirnya bersama-sama makan nasi pecel. Sambil makan saya melirik ke arah bakul tempat menyimpan sayur dan sambel pecel, terlihat sudah kosong, wah si ibu ini pasti senang bukan main, karena dagangannya habis terjual.

Saya sengaja menjaili ibu warung itu, "Bu .. tambah pecelnya !", si ibu langsung menyahut, "waduh .. sudah habis semua mas." katanya. Saya tak ingin berhenti, "Ibu ini bagaimana sih, masa saya masih ingin nambah kok malah pecelnya dihabisin ", "Nganu mas, soalnya kemarin sepi, jadi ibu hanya bikin sedikit " katanya. Dalam hati saya sungguh merasa senang, karena dengan adanya kami makan nasi pecel, dagangan ibu warung tadi menjadi ludes tanpa sisa.


Setelah beberapa lama, kami melanjutkan perjalanan menuju Purworejo, Wates terus ke Jogja. Dasar kelakuan sopir indonesia, nggak boleh lihat jalan bagus, itu mobil innova yang dibawa kakak saya langsung melesat dan hilang dari pandangan mata. Saya tadinya akan mengejar, tapi langsung ingat, mobil ini mobil pinjaman, dan yang lebih penting, yang saya bawa ada 2 keluarga, jadi saya tetap menjaga kecepatan di batas aman yaitu 60-70 Km/jam. Dalam sekejap semua penumpang hilang dari peredaran, alias pada tidur pulas, terbuai mimpi makan nasi pecel.

Sampai Sentolo melewati jembatan kali Progo, di daerah Klangon saya belok kiri ke arah Gamplong Mayudan, kebetulan ada bulek di situ dekat lapangan bola, jadi mampir sekalian. Namun sayang, pas sampai depan rumahnya, pintunya tertutup rapat. Mau nanya ke tetangganya, keadaannya sami mawon, semuanya tertutup rapat. Mau di hubungi pakai HP percuma saja, lha wong bulik dan pak lik ini termasuk manusia yang mempertahankan adat orang jaman dahulu, yaitu pantang punya HP.

Gagal bertemu bu lik dan pak lik, langsung putar haluan menuju arah Godean tembus ke Ring Road Utara Jogja. Yang rencananya akan bertemu di Ring Road Selatan jadi batal. Keluar Ring Road di Maguwo atau Bandara Adi Sucipto. isi bensin, langsung tancap ke Solo lewat Prambanan, Klaten, Delanggu dan Kartosuro.

Lepas Solo tadinya saya mau lewat Karanganyar, Tawangmangu, Sarangan, Magetan dan Maospati, tapi karena hari sudah menjelang sore, saya putuskan belok kiri menuju Sragen, Mantingan, Walikukun, Ngawi langsung menuju Madiun.

Tepat Jam 10 malam, saya dan keluarga sampai di rumah mertua. Saya lihat rombongan yang naik innova sudah pada rapi dan wangi. rupanya dia sudah sampai satu jam lebih cepat. Yang penting semuanya selamat.

Sekian dulu laporan perjalanan dari Bandung ke Madiun.
Untuk laporan dari Madiun ke Bandung akan saya laporkan di lain hari.
Semoga bermanfaat.

Salam
Cah Dungus.


Kamis, 20 Agustus 2015

TANDA-TANDA KEMATIAN SUDAH DEKAT



Tanda-Tanda Kematian Sudah Dekat Menurut Islam ada banyak sekali. Jika dirangkum setidaknya ada kejadian khas yang sulit sekali dibayangkan oleh alam pikiran manusia.

Persoalan kematian dan kehidupan adalah urusan dan keputusan Sang Maha Pencipta. Namun setidaknya ada beberapa tahapan dari tanda-tanda yang bisa dipahami oleh manusia.

Seratus Hari Sebelum Ajal
Hal ini diawali setelah waktu Ashar. Sekujur tubuh terasa menggigil bahkan terasa dari ujung ubun-ubun sampai jari kaki. Konon, tanda ini bisa dirasakan sebagai kenikmatan tertentu sekaligus isyarat dari Sang Maha Kuasa bahwa ajalnya semakin mendekat.

Empat Puluh Hari Sebelum Ajal
Memasuki 40 hari menjelang penjemputan ajal, terasa denyutan di bagian pusar. Kejadiannya juga selepas waktu Ashar. Ketika pusar berdenyut, itu berarti bahwa nama dari orang tersebut yang tertulis dalam daun pohon Arsy telah gugur. Malaikat Maut akan segera mengambil sehelai daun itu lalu mulai mengawasi setiap gerak-gerik dari orang tersebut. Bahkan orang itu bisa melihat Sang Maut beberapa kali secara tiba-tiba dan tak disangka. Kehadirannya dalam wujud manusia akan menyebabkan kebingungan dan ketakutan bagi orang yang sedang menjelang ajal.

Tujuh Hari Sebelum Ajal
Apa yang terjadi tujuh hari sebelum Maut menjemput? Kejadiannya juga setelah Ashar. Isyaratnya mulai dirasakan pada keadaan fisik, seperti perubahan kebiasaan. Contohnya adalah orang yang mendadak punya selera makan tinggi padahal sedang mengidap penyakit parah. Atau hal-hal lain yang di luar kebiasaan dan tidak diduga sebagai kebiasaan umum dari orang tersebut.

Tiga Hari Sebelum Ajal
Di masa ini, orang yang peka bisa merasakan tandanya dengan lebih nyata. Tanda kematian di masa ini adalah denyutan di dahi. Persisnya di tengah-tengah dahi. Bola mata juga mulai memudar dan tidak terlihat hitam lagi. Kedua kaki terasa lemas, telinga semakin layu, dan hidung semakin terasa membenam ke dalam. Sangat disarankan untuk berpuasa ketika memasuki masa-masa ini. Selain untuk meningkatkan amal ibadah, juga untuk menjaga perut dari najis sehingga mudah untuk dimandikan atau disucikan setelah meninggal.

Sehari Sebelum Ajal
Denyutan di ubun akan semakin terasa, terutama setelah Ashar. Tanda tersebut merupakan isyarat bahwa seseorang tak sempat lagi menyaksikan Ashar di hari kemudian.

Tanda Terakhir
Inilah masa-masa krusial ketika seseorang menjelang ajal. Tandanya berupa rasa sejuk di bagian pusar, kemudian menjalar ke pinggang hingga menyentuh tenggorokan. Di masa sakaratul maut, seseorang disarankan untuk terus mengingat dan menyebut Asma Allah. Pikiran harus tetap tenang dan dipusatkan pada Sang Pencipta. Sehingga kematian bisa dialami dengan lebih tenang. Misteri kematian memang akan selalu menarik untuk diungkap. Tapi kehadirannya sendiri terus mengundang tanda tanya apalagi jika ada beragam tanda atau isyarat berbeda bagi orang tersebut. Belum lagi dengan berbagai isyarat yang diketahui oleh orang di sekitarnya.

Tapi apakah setiap orang mengalami tanda-tanda kematian seperti yang disebutkan di atas? Padahal ada perbedaan tegas antara orang yang meninggal secara husnul khatimah atau tidak. Perbedaan tersebutlah yang akan menentukan kelak di mana manusia akan berada di akhirat. 

Apakah ia akan menjalani siksaan neraka, atau menikmati surga yang dijanjikan. Dengan memahami setiap perbedaan, orang bisa memahami dan mempelajari setiap hal dan memetik hikmah yang terselip di balik misteri kematian. Sebab kematian itu sendiri sangatlah begitu dekat. Dan kehadirannya hampir tak pernah disadari. Tapi begitu tanda-tandanya terlihat, manusia akan dikepung rasa ketakutan dan kecemasan.

Manusia yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah bisa dilihat dari caranya menyambut kematian. Ia akan menyambut kedatangan Sang Maut dengan lafaz syahadat. Tanda berikutnya adalah dahi yang berkeringat. Hal itu telah dijelaskan dalam salah satu Hadis Nabi. Tanda berikutnya bisa dipahami dari cara kematian atau mati syahid. Ada beberapa tipe kematian yang tergolong syahid seperti gugur dalam medan perang, bencana alam longsor tanah, kecelakaan kendaraan, sakit perut, dan wabah penyakit. Meskipun demikian, hanya Sang Maha Pencipta sendiri yang mengetahui dan memastikan posisi seorang manusia ketika sudah meninggalkan alam dunia dan bersiap memasuki alam akhirat yang tak terbatas.

Semoga bermanfaat.
 
Ketika Iblis bertemu Nabi SAW.

Pada suatu waktu, ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Nabi: “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Seketika Umar berdiri ingin membunuhnya.
Nabi: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA membukakan pintu, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri, beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

ORANG YANG DIBENCI IBLIS
Rasulullah: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis: “Kamu, dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

AMALAN YANG DAPAT MENYAKITI IBLIS
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

MANUSIA YANG MENJADI TEMAN IBLIS
Nabi: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jum’at”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

IBLIS TIDAK BERDAYA DI HADAPAN ORANG YANG IKHLAS
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. ”
“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. ”
“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

IBLIS DIBANTU OLEH 70.000 ANAK-ANAKNYA
“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama,

Sebagian untuk menggangu anak – anak muda,

sebagian untuk menganggu orang -orang tua,

sebagian untuk menggangu wanita – wanita tua,

sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

CARA IBLIS MENGGODA
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 HAL PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH SWT
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Qur’anku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”