Hari ini Rabu, 20 Juli 2016, pukul 8.30.
Silaturahim.
Cuaca di Bandung cukup cerah.
Sejenak pikiranku melayang pada saat mudik hari raya Idhul Fitri 2016 kemarin. Aku sekeluarga sudah niat untuk mudik ke Madiun. Tapi apa daya, mobil kakakku sudah terisi 6 orang. alias penuh, ditambah dengan barang bawaan yang setumpuk. So, mobil sudah full book penuh sesak.
Tadinya aku bersama istri dan anak bungsuku akan ikut itu mobil, jadi berhubung sudah penuh, ya terpaksa aku bertiga berlebaran di Bandung. Alias tidak mudik.
Untuk mengurangi rasa kangen, aku hanya bisa menelepon Mertua dan keluarga yang di Madiun, sekalian menyampaikan permohonan maaf tidak bisa berkumpul di Madiun.
Kubuka what's up, bagaimana cerianya semua saudara yang berjumlah 50 orang berkumpul di hari yang fitri, berfoto bersama, bercanda ria, sementara tanpa terasa, ada butiran hangat meleleh keluar dari mataku. Ingin rasanya bergabung , pada saat yang sungguh langka bisa berkumpul bersama.
Aku sangat paham, bagaimana perjuangan juataan manusia pada saat yang bersamaan, keinginan yang sama, lewat jalan yang sama, berbondong-bondong untuk segera sampai tujuan. Tujuannya hanya satu : ingin segera bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Melepas rasa kangen yang selama ini membuncah dalam dada.
Yang terjadi, sudah bisa ditebak. Macet di mana-mana. Karena aku tidak mudik, maka waktuku kebanyakan habis di depan TV. Seluruh stasion TV memberitakan kemacetan merata di sepanjang jalan. Mulai dari Krawang sampai Pemalang di Pantura, terutama Kota Brebes, yang sangat terkenal pada lebaran tahun ini. Brexit, itu lho, tempat keluar dari jalan Tol menuju jalan Pantura di Brebes timur, ya tempat itu menjadi titik terparah kemacetan tahun ini. ada yang terjebak kemacetan selama 14 jam.
Aku tak bisa membayangkan kalau aku yang terjebak di situ. Di jalan Tol yang masih baru, belum ada penghijauan di sekitarnya, betapa panasnya, ditambah panasnya mesin dan AC kendaraan, ditambah perut mules kepingin eek dan pipis. Waduh ! Maka yang terjadi adalah, sampean bisa lihat sendiri, mulai dari bapak2 dan ibu2, tak ketinggalan para cewek2 yang cantik dan imut, apalagi anak2, dengan sangat terpaksa menanggalkan rasa malu, hanya untuk sekedar bisa melepas hajat yang sudah tidak tertahankan.
Alhamdulillah, kita ini termasuk bangsa yang sangat kreatif, tak berapa lama, muncullah tenda2 toilet darurat di sepanjang pinggir jalan, tujuannya sangat mulia, untuk menolong bapak2, ibu2 dan terutama neng2 yang cantik dan mulus itu supaya bisa melepas hajat tanpa kelihatan auratnya. hi hi hi.
Huss, jangan ketawa, saru !
Perjalanan dari Cirebon ke Semarang yang normal rata2 4-6 jam, kemarin menjadi 33 jam. mantap.
Dengan pengalaman kejadian di pantura, kakorlantas menghimbau, pada saat arus balik, pemudik dihimbau lewat jalur selatan yang tidak begitu padat. maka kita bisa melihat, pada saat arus balik, jalur selatan terjadi kepadatan mulai dari Madiun, Solo, Jogja, Wates, Kebumen, Sumpyuh, Buntu, Wangon, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Ciawi, Gentong, Malangbong, Limbangan sampai Nagrek.
Total lama perjalanan dari Madiun ke Bandung menghabiskan waktu 40 jam. biasanya sih 12-16 jam.
nice artikelnya gan
BalasHapusJasa Pengiriman