Tanda-Tanda Kematian Sudah Dekat Menurut Islam ada banyak
sekali. Jika dirangkum setidaknya ada kejadian khas yang
sulit sekali dibayangkan oleh alam pikiran manusia.
Persoalan
kematian dan kehidupan adalah urusan dan keputusan Sang Maha Pencipta. Namun
setidaknya ada beberapa tahapan dari tanda-tanda yang bisa dipahami oleh
manusia.
Seratus Hari Sebelum Ajal
Hal ini diawali setelah waktu Ashar.
Sekujur tubuh terasa menggigil bahkan terasa dari ujung ubun-ubun sampai jari
kaki. Konon, tanda ini bisa dirasakan sebagai kenikmatan tertentu sekaligus
isyarat dari Sang Maha Kuasa bahwa ajalnya semakin mendekat.
Empat Puluh Hari Sebelum Ajal
Memasuki 40 hari menjelang
penjemputan ajal, terasa denyutan di bagian pusar. Kejadiannya juga selepas
waktu Ashar. Ketika pusar berdenyut, itu berarti bahwa nama dari orang tersebut
yang tertulis dalam daun pohon Arsy telah gugur. Malaikat Maut akan segera
mengambil sehelai daun itu lalu mulai mengawasi setiap gerak-gerik dari orang
tersebut. Bahkan orang itu bisa melihat Sang Maut beberapa kali secara
tiba-tiba dan tak disangka. Kehadirannya dalam wujud manusia akan menyebabkan kebingungan
dan ketakutan bagi orang yang sedang menjelang ajal.
Tujuh Hari Sebelum Ajal
Apa yang terjadi tujuh hari sebelum
Maut menjemput? Kejadiannya juga setelah Ashar. Isyaratnya mulai dirasakan pada
keadaan fisik, seperti perubahan kebiasaan. Contohnya adalah orang yang
mendadak punya selera makan tinggi padahal sedang mengidap penyakit parah. Atau
hal-hal lain yang di luar kebiasaan dan tidak diduga sebagai kebiasaan umum
dari orang tersebut.
Tiga Hari Sebelum Ajal
Di masa ini, orang yang peka bisa merasakan
tandanya dengan lebih nyata. Tanda kematian di masa ini adalah denyutan di
dahi. Persisnya di tengah-tengah dahi. Bola mata juga mulai memudar dan tidak
terlihat hitam lagi. Kedua kaki terasa lemas, telinga semakin layu, dan hidung
semakin terasa membenam ke dalam. Sangat disarankan untuk berpuasa ketika
memasuki masa-masa ini. Selain untuk meningkatkan amal ibadah, juga untuk
menjaga perut dari najis sehingga mudah untuk dimandikan atau disucikan setelah
meninggal.
Sehari Sebelum Ajal
Denyutan di ubun akan semakin
terasa, terutama setelah Ashar. Tanda tersebut merupakan isyarat bahwa
seseorang tak sempat lagi menyaksikan Ashar di hari kemudian.
Tanda Terakhir
Inilah masa-masa krusial ketika
seseorang menjelang ajal. Tandanya berupa rasa sejuk di bagian pusar, kemudian
menjalar ke pinggang hingga menyentuh tenggorokan. Di masa sakaratul maut,
seseorang disarankan untuk terus mengingat dan menyebut Asma Allah. Pikiran
harus tetap tenang dan dipusatkan pada Sang Pencipta. Sehingga kematian bisa
dialami dengan lebih tenang. Misteri kematian memang akan selalu menarik untuk
diungkap. Tapi kehadirannya sendiri terus mengundang tanda tanya apalagi jika
ada beragam tanda atau isyarat berbeda bagi orang tersebut. Belum lagi dengan
berbagai isyarat yang diketahui oleh orang di sekitarnya.
Tapi apakah setiap orang mengalami tanda-tanda kematian seperti yang disebutkan di atas?
Padahal ada perbedaan tegas antara orang yang meninggal secara husnul khatimah
atau tidak. Perbedaan tersebutlah yang akan menentukan kelak di mana manusia
akan berada di akhirat.
Apakah ia akan menjalani siksaan neraka, atau menikmati
surga yang dijanjikan. Dengan memahami setiap perbedaan, orang bisa memahami
dan mempelajari setiap hal dan memetik hikmah yang terselip di balik misteri
kematian. Sebab kematian itu sendiri sangatlah begitu dekat. Dan kehadirannya
hampir tak pernah disadari. Tapi begitu tanda-tandanya terlihat, manusia akan
dikepung rasa ketakutan dan kecemasan.
Manusia yang meninggal dalam keadaan
husnul khatimah bisa dilihat dari caranya menyambut kematian. Ia akan menyambut
kedatangan Sang Maut dengan lafaz syahadat. Tanda berikutnya adalah dahi yang
berkeringat. Hal itu telah dijelaskan dalam salah satu Hadis Nabi. Tanda
berikutnya bisa dipahami dari cara kematian atau mati syahid. Ada beberapa tipe
kematian yang tergolong syahid seperti gugur dalam medan perang, bencana alam
longsor tanah, kecelakaan kendaraan, sakit perut, dan wabah penyakit. Meskipun
demikian, hanya Sang Maha Pencipta sendiri yang mengetahui dan memastikan
posisi seorang manusia ketika sudah meninggalkan alam dunia dan bersiap
memasuki alam akhirat yang tak terbatas.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar